
Palopo adalah jajanan atau makanan khas yang telah turun temurun diwarisi oleh nenek moyang sejak puluhan tahun lalu. Puncak terkenalnya sekitar tahun 1962, hingga sekarang telah menjadi ikon jajanan tradisional khas Sumbawa Barat.
Cara membuat kuliner yang satu ini terbilang tidak sulit. Susu kerbau yang didapat dari peternak, oleh pembuat bubur palopo tinggal dicampurkan dengan air perasan terung kuning dan gula merah kemudian dipanaskan.
Setelah susu dan campurannya mengental, baru dituangkan ke dalam mangkok dan dikukus selama 30 menit. Terung kuning kecil yang dikenal sebagai terung para itu berfungsi untuk mengentalkan atau membantu proses fermentasi.
Resep bubur palopo itu sudah turun temurun dalam masyarakat Taliwang, Sumbawa Barat. Awalnya susu kerbau ini hanya ditambah garam dan menjadi lauk atau teman nasi. Baru kemudian dimodifikasi hingga menjadi sajian berasa manis.
Bagi masyarakat Sumbawa Barat, bubur palopo dipercaya bisa memulihkan stamina setelah seharian berpuasa, sekaligus meningkatkan vitalitas. Selain rasanya yang khas, harganya pun murah, yakni sekitar Rp 5.000 per mangkok.